 |
| sumber : google |
Khusus bagi yang sering mengirim atau menerima paket lewat JNE,
terutama yang sedang was - was menunggu paket sampai (termasuk saya

), mungkin kadang kita suka bingung ketika mengecek status paket
kiriman di website JNE, banyak istilah / kode atau singkatan yang
dipakai JNE, ada yang huruf besar lah huruf kecil lah, macam macam
sehingga membuat kita bertanya tanya apa ya artinya ? Biar nggak
bingung lagi, yuk mari sama sama simak penjelasan beberapa istilah /
kode status pengiriman JNE berikut ini :
Manifested
Barang yang akan dikirim sudah diterima di JNE, sudah siap dan menunggu proses pengiriman.
On Transit
Paket yang dikirim sedang transit di kota lain, dan akan diikutkan dengan jadwal pengiriman menuju kota tujuan.
On Process
Paket sedang dalam proses pengiriman, kalau masih pada tahap ini biasanya agak lama menunggu updatenya.
Received on Destination
Maksudnya barang sudah diterima di JNE kota tujuan pengiriman, tapi masih belum dikirim ke alamat tujuan
Delivered
Artinya paket sudah diterima di alamat tujuan, buat buyer bila anda
tidak di tempat segera hubungi orang satu rumah anda untuk konfirmasi,
sedangkan buat seller tidak ada salahnya mengontak buyer menanyakan
apakah paket sudah diterima dengan selamat ?
AU (antar ulang)
Barang anda sudah dibawa untuk dikirim tapi karena belum sempat
diantar pada hari sebelumnya maka akan diulangi kembali hari ini.
BA (bad address)
Alamat yang dituju tidak jelas atau salah. Hal ini bisa disebabkan
kesalahan pada penulisan alamat, nomor RT/RW, nomor jalan, nomor rumah,
kodepos, nomor gang, dan sebagainya.
MR (misroute)
Pengiriman salah menggunakan jalur atau menggunakan tujuan yang
salah. JNE akan segera membetulkan jalur pengiriman paket yang digunakan
CC (criss cross)
Paket yang dikirim tertukar dengan paket lain.
Redelivery
Paket akan dikirimkan kembali, ini bisa disebabkan penerima tidak ada di rumah.
CODA (closed once delivery attempt)
Paket telah diantar kurir JNE ke alamat tujuan, tetapi alamat
penerima ternyata salah atau kosong. Kalau muncul status ini sebaiknya
anda menghubungi kantor cabang JNE di kota anda.
Cnee unknown
Nama penerima paket tidak dikenali di tempat tujuan pengiriman, atau
nama orang tersebut tidak tinggal di alamat tujuan. Ini bisa jadi
disebabkan kesalahan penulisan nama atau alamat saat mengirim paket
NTH (not at home/not home)
Saat paket tersebut diantar ke alamat tujuan tidak ada orang yang menerimanya
Box delay
Barang ada di JNE tapi tidak dikirimkan karena alamat salah atau
tidak lengkap. Disarankan untuk langsung mengambil di kantor pusat JNE
kota setempat.
Box undel (box undelivery)
Paket sudah dikirim ke alamat tujuan tapi tidak orang di tempat dan
sudah dihubungi berkali - kali melalui nomor telepon yang tercantum
tidak ada respon
Status kosong (tidak ada isi keterangan apapun di status pengiriman)
Ini bisa disebabkan kesalahan input data paket di JNE asal
pengiriman, masih belum diupdate oleh agen JNE, barang yang dikirim
belum masuk tahap Manifest, atau ada error pada database JNE
Invalid bag
Status ini berarti paket anda salah masuk tas (invalid bag) sehingga
ikut dikirimkan melalui jalur yang salah. Karena sudah dikenali bahwa
barang tersebut tidak seharusnya dimasukkan dalam bag lain maka silahkan
tunggu saja sampai ada update status JNE berikutnya.
LBA (luar batas antar)
Lokasi tujuan pengantaran paket di luar zona pengiriman JNE, biasa
disebabkan alamat yang tertera letaknya di tempat terpencil. Silahkan
hubungi kantor cabang JNE setempat untuk mengambil sendiri paketnya.
AU to OPS
Barang yang sebelumnya tidak sampai ke tangan penerima telah diserahkan ke bagian Operasional JNE untuk dikirimkan kembali.
HO/Hold
Paket sedang ditahan oleh pihak JNE, hubungi kantor JNE di kota anda untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.
Hand over
Paket tersebut telah diserahkan ke pihak lain untuk diteruskan,
biasanya adalah agen JNE lain yang lebih dekat dengan lokasi tujuan
pengiriman.
HVS (High value shipment)
Barang yang dikirimkan termasuk kategori benda berharga atau bernilai tinggi.
CL
Maksudnya saat kiriman diantar ke alamat tujuan tapi keadaannya tutup atau kosong.
Pending Undel
Artinya paket tidak terkirim (Undelivered) dan masih ditunda
(Pending) proses berikutnya. Lebih baik anda ambil sendiri di agen JNE
kota anda kalau status ini yang muncul.
FW (forward)
Paket diteruskan ke agen JNE di kota tujuan
HO to HVS
Barang yang dikirimkan ditahan (Hold) pada bagian pengiriman benda berharga (High Value Shipment).
AU EX UNDEL
Paket akan dikirim ulang karena sebelumnya tidak bisa diantar ke alamat tujuan.
Handover closing
Barang tersebut sedang dalam proses pengiriman ke kota tujuan
Bt
(Masih dugaan) Paket batal dikirimkan pada waktu itu, dan sedang
menanti proses pengiriman berikutnya. Ini disebabkan terjadinya masalah
operasional JNE di lokasi bersangkutan
Hold rusak
Status ini menginformasikan bahwa paket anda ditahan karena telah
terjadi kerusakan, biasanya akan dituliskan juga dimana lokasi
kejadiannya di akhir status.
Ada jadwal antar
Paket telah diikutkan pada jadwal antar dan menunggu gilirannya.
Lain lain
Status ini digunakan kalau paketnya belum diketahui keadaannya atau tidak ada alasan khusus.
HO to SHODIQ
Paket anda ditahan pada bagian JNE yang tercantum
TLP Cnee NR
Nomor telepon penerima sudah dihubungi tapi tidak diangkat, selanjutnya barang tersebut dibawa kembali oleh kurir.
HVS Mobil To
(masih dugaan) Benda bernilai tinggi diantarkan menggunaka mobil menuju alamat penerima.
Box Hvs Seg
Barang berharga sudah berada di agen JNE pada kode lokasi yang dituliskan di akhir status.
AS INFO SHIPP DI (AS KURIR)
Barang anda sudah berada di tangan kurir dan sedang dalam proses pengantaran.
Box Safety HVS
Paket termasuk barang bernilai tinggi dan dimasukkan dalam bagian yang diamankan untuk mencegah kerusakan atau kehilangan.
Salah area
Barang anda terbawa ke agen JNE di wilayah lain, dan akan dikirimkan kembali ke tujuannya yang tepat.
Sumber
Info ini belum dikonfirmasi ke JNEnya sendiri, namun dari pengalaman
saya ada beberapa kode yang benar atau sesuai penjelasannya, juga kalau
dibaca sekilas dari komentar komentar dan jawaban penulis dibawah
artikelnya, kemungkinan besar penulis artikelnya adalah orang dalam /
staf JNE sendiri…
Semoga info ini membantu, silahkan Om Tante kalau ada yang mau menambahkan